Pages

Minggu, 18 Maret 2012

Apa Itu Badai Matahari & Dari Mana Asalnya

Badai matahari akhir-akhir ini jadi bahan perbincangan hangat berbagai kalangan. Mulai dari tukang becak, pelajar, sampai praktisi antariksa. Apa itu badai matahari dan apa dampaknya bagi bumi?

Badai matahari 2012 yang terjadi sejak 22-26 Januari merupakan semburan radiasi terkuat dalam tujuh tahun terakhir dan mampu meluncurkan partikel radiasi dengan kecepatan mencapai 93 juta mil per jam.

Badai matahari telah menghantam bumi dengan intensitas yang kuat semenjak 2005 lalu, namun yang terjadi dalam minggu ini merupakan yang terkuat dan memiliki tiga efek yang berbeda.

Dampak badai matahari salah satunya adalah radiasi yang dapat menimbulkan gangguan satelit dan astronot di ruang angkasa. Hal ini dapat menyebabkan masalah komunikasi untuk penerbangan kutub (transpolar) pesawat.
Dari hasil pengamatan Lapan, dampak badai itu sudah sampai ke Bumi dan terasa di Indonesia. Badai matahari juga bisa berdampak pada kerjasatelit dan sinyal telepon seluler.

* Dari Mana Badai Matahari Berasal?

Badai matahari yang menghantam Bumi pada Jumat, 9 Maret 2012, berasal dari dua ledakan matahari terbesar dalam setengah tahun terakhir. Fenomena ledakan yang semakin kuat dan intensif disebabkan semakin dekatnya puncak aktivitas matahari.

Dua ledakan yang susul-menyusul ini berasal dari daerah bermedan magnetik aktif yang disebut AR 1429, muncul dari balik matahari empat hari sebelumnya.

Ledakan matahari pertama terjadi pada Rabu, 7 Maret 2012, sekitar pukul 07.00 WIB. Kekuatannya sangat besar. Dikategorikan sebagai ledakan kelas X5, hanya kalah dibandingkan ledakan kelas X6 yang terjadi Agustus 2011.

Ledakan susulan terjadi satu jam kemudian dengan kekuatan lima kali lebih kecil. Karenanya, ledakan kedua ini dikategorikan sebagai ledakan kelas X1.

Di matahari, ledakan terjadi akibat terjadinya arus pendek pada benang-benang magnetik matahari. Bintik hitam yang ada di permukaan matahari merupakan lokasi tumbuhnya benang magnetik yang sewaktu-waktu berpotensi terputus, menghasilkan ledakan, dan menghamburkan partikel bermuatan dari atmosfer matahari ke tepian tata surya.

Arus pendek di permukaan matahari semakin sering terjadi menjelang tahun 2013. Hal ini sesuai dengan siklus 11 tahunan aktivitas matahari. Puncak siklus kali ini diperkirakan terjadi pada akhir tahun 2013.

"Peningkatan badai bagian dari rutinitas matahari," kata peneliti dari lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, Karen C. Fox, dalam siaran pers, Kamis, 8 Maret 2012.

Badai kali ini diperkirakan akan memberikan ancaman tingkat menengah. Partikel bermuatan akan menghantam tameng magnetik Bumi pada kecepatan 1.800-2.000 kilometer per detik. Hantaman ini membuat tameng magnetik penyok di beberapa lokasi, namun tak sampai hancur.

Oleh tameng magnetik, partikel dibelokkan menuju Kutub Utara dan Selatan. Di daerah ini, partikel terbakar oleh atmosfer sehingga menghasilkan cahaya terang yang bisa dilihat dari Bumi sebagai aurora.

Di permukaan Bumi, badai mengancam pembangkit listrik di negara-negara sekitar kutub. Muatan pada partikel berpotensi menginduksi jaringan pembangkit sehingga pemadaman listrik dapat terjadi tiba-tiba.

Gangguan satelit GPS berpotensi mengganggu kerja sistem transportasi di seluruh dunia. Sementara gangguan pada gelombang radio diperkirakan menurunkan performa komunikasi maskapai komersial. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

About